Bagaimana aku tidak bahagia?
Aku mencintaimu, kamu mencintaiku, kita tahu bahwa kita saling mencintai, bahkan tanpa itu harus terucap. Kita mengetahuinya dari hangatnya pelukan, dari tajamnya tatapan, dari renyahnya tawa, dari basahnya keringat dan bahkan derasnya air mata.
Aku mencintaimu, kamu mencintaiku, kita tahu bahwa kita saling mencintai, bahkan tanpa itu harus terucap. Kita mengetahuinya dari hangatnya pelukan, dari tajamnya tatapan, dari renyahnya tawa, dari basahnya keringat dan bahkan derasnya air mata.
Tetapi puji syukur kepada Tuhan sebagai yang punya Kasih, bahwa kita diberikan kesempatan untuk jujur, percaya dan yakin bahwa cinta itu ada, dan bukan untuk disia-siakan.
Cinta telah menjelma menjadi nyawa di dalam kata-kata, sehingga apa yang aku tulis dan ucapkan telah memberikan kesejukan bagi telingamu yang mendengarnya, bagi pikiranmu yang diwarnainya, bagi hatimu yang disentuhnya dan bagi hidupmu yang dipenuhinya
.
Terima kasih, terima kasih karena kau telah mau kubahagiakan dengan kesederhanaan yang penuh syukur ini.
Terima kasih, terima kasih karena kau telah mau kubahagiakan dengan kesederhanaan yang penuh syukur ini.
Apapun untuk
senyummu
apapun untuk senyummu.
Apapun.
Maka sayangku, jantung di jari-jemariku, dengarlah apa yang kukatakan ini, bahwa tidak ada yang memalukan dari apa yang Tuhan berikan, termasuk hari ini.
Selamat ulang
tahun, selamat bertumbuh, berkembang, bersyukur dan memperbaiki.
Yang di dalam Tuhan mencintaimu,
Aku.