21 Mei 2013

Selamat Ulang Tahun

Bagaimana aku tidak bahagia?
Aku mencintaimu, kamu mencintaiku, kita tahu bahwa kita saling mencintai, bahkan tanpa itu harus terucap. Kita mengetahuinya dari hangatnya pelukan, dari tajamnya tatapan, dari renyahnya tawa, dari basahnya keringat dan bahkan derasnya air mata.

Tetapi puji syukur kepada Tuhan sebagai yang punya Kasih, bahwa kita diberikan kesempatan untuk jujur, percaya dan yakin bahwa cinta itu ada, dan bukan untuk disia-siakan.

Cinta telah menjelma menjadi nyawa di dalam kata-kata, sehingga apa yang aku tulis dan ucapkan telah memberikan kesejukan bagi telingamu yang mendengarnya, bagi pikiranmu yang diwarnainya, bagi hatimu yang disentuhnya dan bagi hidupmu yang dipenuhinya
.
Terima kasih, terima kasih karena kau telah mau kubahagiakan dengan kesederhanaan yang penuh syukur ini.
Apapun untuk senyummu
apapun untuk senyummu. 
Apapun.

Maka sayangku, jantung di jari-jemariku, dengarlah apa yang kukatakan ini, bahwa tidak ada yang memalukan dari apa yang Tuhan berikan, termasuk hari ini. 

Selamat ulang tahun, selamat bertumbuh, berkembang, bersyukur dan memperbaiki.
Yang di dalam Tuhan mencintaimu,
Aku.

18 Maret 2013

"Rapihin poni kamu" "kecup pelan" "gendong"
"Peluk kamu dari belakang" "Peluknya agak keras biar nanti ga kabur" "cium pipi kamu" "makin lama ciumnya makin pelan"
"dekatkan muka pelan-pelan" "tunggu kamu merem" ciat.. "gigit idung mancung tidak seberapa" ^^

15 Februari 2013

Aku ingin Mencium Kamu

Tidak perlu sampai angkasa untuk aku melayang jauh. Dengan kata lain yang lebih tegas, aku ingin mencium kamu, sekarang atau sebentar lagi. Aku suka bibirmu. Aku suka tipisnya, aku suka lembutnya, pula senyumnya ku kenal baik. Aku ingin mengenal kamu di saat kamu tidak bicara sama sekali, dengan mencium lagi, lagi dan lagi. Ya, aku ingin mencium kamu, meski malaikat mengintip kita. Aku tak bosan melakukannya, aku ingin mencium kamu. Biar tenang waktu berjalan, jadi syahdu yang tanpa riuh. dengan peluk yang cukup erat, aku ingin mencium kamu, walau nanti akan berhenti.

14 Februari 2013

Tapi, mempertahankanmu adalah caraku membanggakan anugerah Tuhan, kamu hanya begitu kecil di mata dunia, yang terlalu jelas dilihat Tuhan, walau kusimpan dalam hati
Kan tidak enak dimiliki atas dasar rasa kasihan. Sebab meminta hati tidak sama dengan meminta sedekah
Kapan kau datang lagi, membangunkanku tidur, mengingatkanku bahwa waktu itu berharga saat denganmu? Kapan kau datang lagi, menjemputku pergi, membawaku ke tempat yang kau pikir kita bisa tenang di sana? Kapan kau datang lagi, menemuiku yang tidak tahu bagaimana lagi jika tanpa kau? Kapan kau datang lagi? Kapan?

10 Januari 2013

Tentang Aku ingin Bercinta

Ke pelukmu aku mengadukan kelelahanku hari ini, tentu tidak untuk hari ini saja. Aku ingin menyandarkan pipiku di antara dua payudaramu yang empuk itu, sesambil aku memajang kerut di dahiku, memamerkan garis-garis yang kupelihara dengan berpikir. Ke telingamu ingin kubagikan catatan sang waktu, lembar-lembar cerita tentang duniaku. 

Kemudian, biarlah bibirku melakukan apa yang sayap dapat lakukan kepada angin, biarlah mulutmu menjadi sarang bagi awan-awan yang basah. Sayang, bercintalah denganku!